“Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Pasuruan. Sementara itu, tampak hadir dalam acara tersebut diantaranya yaitu Dandim 0819 Pasuruan, Kol Inf Hery Suprapto, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Yong Fery Jhon, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, serta sejumlah pengusaha yang ada di wilayah kabupaten setempat dalam kesempatan tersebut sekaligus dilakukan Toast bersama minum kopi kapiten.
Kopi asli Kabupaten Pasuruan (Kapiten) ini diharapkan dapat menjadi produk unggulan yang sejajar dengan kopi produksi daerah lain. Kopi Kapiten terdiri dari berbagai macam merek dan produk olahan kopi asal Kabupaten Pasuruan. Pemasangan label Kapiten ini akan menjadi penanda bahwa produk kopi yang beredar di pasaran merupakan produksi Kabupaten Pasuruan. ”Kopi Kapiten ini adalah kopi asli Kabupaten Pasuruan yang memiliki cita rasa tinggi dibanding kopi daerah lain. Cita rasa tinggi kopi Pasuruan ini sudah terbukti karena menjadi juara di tingkat Jatim,”
Menurut Bupati, salah satu faktor yang menjadikan kopi Pasuruan berbeda adalah kondisi geografis areal perkebunan kopi yang berada di sekitar gunung berapi, yakni Gunung Arjuno-Welirang dan Pegunungan Bromo-Semeru. Selain itu, penanganan pascapanen yang baik juga menghasilkan kualitas kopi yang baik pula. ”Pemerintah akan mendukung dan memfasilitasi kelompok tani dalam mengembangkan produksi kopi. Kami akan membantu pemasaran, penerapan teknologi, dan pengepakan kemasan agar memiliki daya saing. Semua produk ini kami beri label Kapiten Pasuruan,”.
Kapiten Pasuruan merupakan terdiri dari sejumlah produk kopi hasil olahan kelompoktani dari 8 Kecamatan dengan cita rasa khas masing-masing wilayah Kecamatan dengan merk seperti kopi joss, kopi suwuk, kopi ledug, kpi Tuna Sari, Kopi Pak Tani. Disamping dikemas dalam bentuk bubuk kopi juga dalam kemasan sangrai (roasted bean).
Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) Kabupaten Pasuruan Yetti Purwaningsih mengatakan, luas lahan kopi 4.365 hektare mampu memproduksi 1.176,9 ton biji kopi kering (OC) atau 557.13 kg OC/hektare. Lahan kopi tersebut tersebar di delapan kecamatan, yakni Tutur, Purwodadi, Pasrepan, Lumbang, Puspo, Prigen, Purwosari, dan Tosari.










0 comments:
Post a Comment