#iniPasuruan - Setiap hari berada di jalanan adalah pekerjaan dari para kurir sepeda atau bike messenger. Mengirimkan barang yang dipercayakan kepada customer dengan tepat waktu menggunakan sepeda.
Terbayang begitu beratnya pekerjaan mereka yang harus berbagi jalan dengan pengguna jalan lainnya. Tak jarang mereka harus bertemu dengan pengguna jalan lain yang tidak memerhatikan keberadaan mereka.
"Setidaknya mereka bisa lebih perhatian dengan kita. Emang Mending diklakson sih daripada nggak dilihat terus kita yang kena tabrak" ujar MochEko salah satu kurir sepeda dari jasa pengiriman Paravan Bike Messenger Pasuruan.
Sering kali tidak diindahkan oleh pengguna jalan lain, membuat timbulnya kecelakaan yang melibatkan pesepeda. Apalagi pemotor atau pemobil yang kehilangan konsentrasinya saat berkendara karena menggunakan telepon genggamnya saat berkendara.
"Mereka itu sering kehilangan konsentrasinya di jalan gara-gara main handphone. Sekarang kan banyak yang begitu, mobil juga," tambah Akbar yang juga kurir Paravan Baike Messenger.
Kondisi serupa juga dialami Wildan, kurir sepeda yang baru saja lulus dari salah satu SMA Negeri di Pasuruan. Ia merasa bahwa kesadaran pengguna jalan pada pesepeda masih sangat kurang.
"Kadang kita diklakson terus terusan. Nggak usahlah diklakson banyak-banyak, orang kita juga ada di paling kiri," tutur Wildan.
Kurir yang lain , yang biasa di panggil Mas Rangga juga menambahkan, "Yang paling horor itu saat dibelakang kita adalah Truck besar dan Lebar, hingga banyak memakan Jalan, byuuuh kita pesepeda mesti terlempar mengalah turun dari bahu jalan."
Kurir yang lain , yang biasa di panggil Mas Rangga juga menambahkan, "Yang paling horor itu saat dibelakang kita adalah Truck besar dan Lebar, hingga banyak memakan Jalan, byuuuh kita pesepeda mesti terlempar mengalah turun dari bahu jalan."
Kesadaran akan pentingnya keselamatan saat berkendara diharapkan para kurir sepeda ini bisa meningkat pada masyarakat Indonesia, agar tidak ada lagi kejadian kecelakaan yang melibatkan pesepeda. (wdw/up) | Widiya Wiyanti | Publisher : Ambrong | Sumber : detikHealth #iniPasuruan











0 comments:
Post a Comment